BAB 6 - Aset



Assalamu’alaikum…
Hai temanku semua, apa kabar? Semoga sehat selalu dan tetap dalam lindungan Allah swt. Aamiin.
     
     Masih dalam bahasan yang sama dari postingan Anna sebelumnya yaitu tentang teori akuntansi. Pada bab2 sebelumnya, Anna sudah ajak temen2 semua belajar tentang bagaimana proses pelaporan keuangan, serta langkah apa saja yang harus dilakukan sehingga suatu laporan keuangan memiliki manfaat tersendiri. Yuk kita review sedikit tentang proses dari pelaporan keuangan… dalam proses pelaporan keuangan, harus dilakukan perekayasaan. Dalam perekayasaan tersebut harus dilakukan penalaran. Kemudiaan, dalam proses tersebut perlu diketahui elemen2 dari statemen keuangan. Nah, kali ini Anna mau bahas salah satu dari statemen keuangan tersebut, yaitu “aset”.
     Aset itu apa sih? Aset itu elemen dari neraca yang selalu berhubungan dengan kewajiban dan ekuitas yang akan menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada waktu tertentu. Aset menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menyediakan barang dan jasa. Secara resmi, pengertian aset adalah manfaat ekonomik masa mendatang yang dikuasai oleh suatu perusahaan sebagai akibat adanya transaksi. contoh transaksi antara lain penjualan, pembelian, peminjaman, perjanjian, produksi, dsb. APB membedakan aset menjadi sumber ekonomik dan nonsumber ekonomik. Sebagai sumber ekonomik, yaitu meliputi sumber produktif, produk, uang, klaim untuk menerima uang, dan hak pemilikan atau investasi pada perusahaan lain. Sebagai nonsumber ekonomik meliputi beban atau pengurangan pendapatan tangguhan seperti goodwill, rugi selisih kurs, kos organisasi, dan beberapa pos yang timbul akibat penyesuaian. Kemudian juga terdapat beberapa karakteristik pendukung aset yaitu kos, berwujud, tertukarkan, terpisahkan, dan berkekuatan hukum.
     Dengan konsep kontinuitas usaha, pos atau sumber ekonomik akan mengalami 3 tahap perlakuan akuntansi, yaitu pemerolehan, pengolahan, dan penjualan/penyerahan. Kos yang merupakan jumlah rupiah, disini memiliki peran sebagai objek yang juga mengalami 3 perlakuan akuntansi, yaitu pengukuran, penelusuran, dan pembebanan. Penentuan kos suatu objek pada saat pemerolehan merupakan hal yang sangat kritis karena akan mempengaruhi pengukuran aset dan biaya terutama pada saat pembebanan. Pengukur aset ketika tahap pemerolehan adalah penghargaan sepakatan. Kos yang melekat pada suatu aset ditentukan oleh batas kegiatan pemerolehan dan jenis penghargaan. Secara konseptual, pembentuk kos suatu aset adalah semua pengeluaran yang diperlukan dalam kegiatan pemerolehan suatu aset sampai aset tersebut siap pakai dan dapat difungsikan. Cara penentuan kos yaitu ada beberapa transaksi antara lain barter, saham sebagai penghargaan, reorganisasi, hadiah, temuan, dan pembelian kredit.
     Pada saat pemerolehan aset, perlu adanya penilaian yaitu penentuan jumlah rupiah yang perlu dilekatkan pada pos aset ketika akan disajikan dalam statemen keuangan. selain itu, juga diperlukan pengakuan dan penyajian aset. Masalah akuntansi yang menyangkut pengakuan biasanya berkaitan dengan masalah apakah suatu kos yang terlihat dalam transaksi, kejadian, atau keadan tertentu dapat diasetkan. Hal ini biasanya berkaitan dengan sewaguna, bunga saat konstruksi aset tetap, riset/pengembangan, eksplorasi minyak dan gas bumi, rugi selisih kurs valuta asing, dan SDM.

Sumber : Suwardjono. 2014. Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB 7 - KEWAJIBAN

Konsep Dasar