Rerangka Konseptual - Suatu Model
Assalamu’alaikum teman-temanš
Kali
ini Anna mau ajak teman2 semua belajar bareng Anna. Disini kita akan bahas
teori akuntansi mengenai “Rerangka Konseptual – Suatu Model”. Pertanyaan yang
seharusnya timbul dalam benak kita adalah rerangka konseptual itu apa sih?
Lalu, apa pentingnya?
Dalam
teori akuntansi kita akan mengenal rerangka konseptual. Rerangka konseptual
adalah jawaban dari pertanyaan perekayasaan yaitu konsep-konsep terpilih yang
dituangkan dalam dokumen resmi. Kalau teman2 belum tau apa itu perekayasaan,
silakan cek postingan Anna sebelumnya yang judulnya “perekayasaan”. Rerangka
konseptual itu tujuan akhirnya adalah untuk membuat laporan keuangan. Rerangka
konseptual yang dibahas disini adalah rerangka konseptual sebagai suatu model
yang dikembangkan oleh FASB (Financial Accounting Standards Board) yang memuat
empat komponen konsep penting, yaitu:
- Tujuan pelaporan keuangan
- Kriteria kualitas informasi
- Elemen-elemen statemen keuangan
- Pengukuran dan pengakuan
Tujuan
pelaporan keuangan
Ketika
kita akan membuat suatu rerangka konseptual, hal pertama yang harus diketahui
adalah “tujuan”. Kemana arah tujuan? Tindakan apa yang akan dilakukan?
Pertimbangan apa saja yang perlu diperhatikan? Dengan adanya tujuan, akan
menghasilkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang akan mendasari
langkah-langkah yang akan dilakukan untuk membuat laporan keuangan. Dalam
penyusunan tujuan juga harus diperhatikan perihal mengenai siapa yang dituju?
Apa saja kepentingannya? Seberapa banyak informasi yang dibutuhkan? dsb. Kalau
dilihat dari lingkup nasional, pelaporan keuangan negara harus direkayasa
hingga tujuan social dan ekonomik negara tercapai. Maka tujuan dari pelaporan
keuangan harus dipertimbangkan dalam konteks tujuan kegiatan social dan
ekonomik masyarakat dalam negara tersebut. FASB mendasarkan penyusunan tujuan
pelaporan pada tiga hal, yaitu: tujuan pelaporan keuangan ditentukan oleh
lingkungan (ekonomi, politik, dll), dipengaruhi oleh karakteriktik dan
keterbatasan informasi, serta memerlukan focus (cakupan) informasi. Dari tiga
hal tersebut diharapkan tujuan dari pelaporan keuangan akan tercapai.
Kriteria
kualitas informasi
Dalam
membuat rerangka konseptual, hal kedua yang perlu diperhatikan adalah kualitas
informasi. Maksudnya apa? Karena rerangka konseptual itu sendiri adalah untuk
pelaporan keuangan, maka dibutuhkan informasi yaitu untuk pengambilan
keputusan. Informasi disini tentunya tidak hanya sekedar informasi semata,
tetapi informasi yang baik dalam hal kualitasnya. Sehingga akan memberikan
manfaat bagi pengambilan keputusan. Informasi akan dianggap bermanfaat apabila
informasi tersebut menghasilkan keputusan yang tepat pada sasaran atau tujuan,
informasi akan bermanfaat apabila dapat dipahami dan digunakan oleh pemakai,
serta informasi akan bermanfaat apabila pemakai mempercayai informasi tersebut.
Untuk membuat suatu informasi mempunyai kualitas, maka informasi tersebut harus
memiliki nilai, keterpahamian, keterpautan (terdapat nilai prediktif dan nilai
balikan), yang didukung oleh ketepatwaktuan, keterandalan, ketepatan
penyimbolan, diikuti dengan keterujian, kenetralan, kemudian ditambah dengan unsur
keterbandingan. Sehingga informasi tersebut memiliki kualitas yang baik dan
memiliki manfaat bagi pengambilan keputusan serta dapat tercapainya tujuan dari
pembuatan rerangka konseptual.
Elemen-elemen
statemen keuangan
Statemen
keuangan merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat rerangka
konseptual. Agar statemen keuangan dapat dipahami dengan baik, maka harus ada
elemen-elemen yang mendukung kejelasan dari statemen keuangan tersebut. Seperti
apa? Diibaratkan seperti obat dari dokter. Ketika kita sakit dan pergi berobat,
maka dokter akan memberikan resep obat serta aturan pemakaian obat tersebut. Aturan
pemakaian obat tersebut haruslah jelas, kapan waktu minum? Seberapa takaran
dosisnya? Sehingga tujuan kita berobat ke dokter yaitu untuk kesembuhan dapat
tercapai. Seperti halnya contoh diatas, statemen keuangan merupakan bahan
pembentuk informasi yang harus memiliki kejalasan sehingga memiliki arah tujuan
yang jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman yang dapat berdampak pada
pembuatan keputusan nantinya. Elemen-elemen stateman keuangan harus ditentukan
berdasarkan informasi semantic yang ingin disampaikan dalam pelaporan keuangan.
Elemen-elemen statemen keuangan yang diidentifikasi oleh FASB adalah aset,
kewajiban, ekuitas, investasi oleh pemilik, distribusi ke pemilik, laba
komprehensif, pendapatan, biaya, untung, rugi.
Pengukuran
dan pengakuan
Langkah
selanjutnya setelah menentukan elemen-elemen statemen keuangan adalah
pengukuran dan pengakuan. Pengukuran yang dimaksud disini adalah apakah
elemen-elemen yang sudah dibuat tersebut sesuai atau sudah tepatkah untuk
dijadikan sebagai landasan konseptual sebelum statemen keuangan dilaporkan. Selain
itu, juga harus dilakukan pengakuan yaitu bahwa elemen-elemen statemen keuangan
yang sudah dibuat sudah tepat dan sesuai untuk dilaporkan dan dijadikan
landasan bagi pengambilan keputusan.
Sebagai
suatu model, rerangka konseptual versi FASB di atas mempunyai manfaat sebagai
sumber atau bahan acuan dalam pengambilan keputusan yang juga dapat berdampak
pada penentuan langkah selanjutnya diantaranya apakah perlu adanya pengembangan?,
dsb.
Terima
kasih sudah membacaš
Sumber
: Suwardjono. 2014. Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan.
Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.
Komentar
Posting Komentar