Rerangka Konseptual - Suatu Model


Assalamu’alaikum teman-teman😊
       Kali ini Anna mau ajak teman2 semua belajar bareng Anna. Disini kita akan bahas teori akuntansi mengenai “Rerangka Konseptual – Suatu Model”. Pertanyaan yang seharusnya timbul dalam benak kita adalah rerangka konseptual itu apa sih? Lalu, apa pentingnya?
        Dalam teori akuntansi kita akan mengenal rerangka konseptual. Rerangka konseptual adalah jawaban dari pertanyaan perekayasaan yaitu konsep-konsep terpilih yang dituangkan dalam dokumen resmi. Kalau teman2 belum tau apa itu perekayasaan, silakan cek postingan Anna sebelumnya yang judulnya “perekayasaan”. Rerangka konseptual itu tujuan akhirnya adalah untuk membuat laporan keuangan. Rerangka konseptual yang dibahas disini adalah rerangka konseptual sebagai suatu model yang dikembangkan oleh FASB (Financial Accounting Standards Board) yang memuat empat komponen konsep penting, yaitu:
  1. Tujuan pelaporan keuangan
  2. Kriteria kualitas informasi
  3. Elemen-elemen statemen keuangan
  4. Pengukuran dan pengakuan
Tujuan pelaporan keuangan
          Ketika kita akan membuat suatu rerangka konseptual, hal pertama yang harus diketahui adalah “tujuan”. Kemana arah tujuan? Tindakan apa yang akan dilakukan? Pertimbangan apa saja yang perlu diperhatikan? Dengan adanya tujuan, akan menghasilkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang akan mendasari langkah-langkah yang akan dilakukan untuk membuat laporan keuangan. Dalam penyusunan tujuan juga harus diperhatikan perihal mengenai siapa yang dituju? Apa saja kepentingannya? Seberapa banyak informasi yang dibutuhkan? dsb. Kalau dilihat dari lingkup nasional, pelaporan keuangan negara harus direkayasa hingga tujuan social dan ekonomik negara tercapai. Maka tujuan dari pelaporan keuangan harus dipertimbangkan dalam konteks tujuan kegiatan social dan ekonomik masyarakat dalam negara tersebut. FASB mendasarkan penyusunan tujuan pelaporan pada tiga hal, yaitu: tujuan pelaporan keuangan ditentukan oleh lingkungan (ekonomi, politik, dll), dipengaruhi oleh karakteriktik dan keterbatasan informasi, serta memerlukan focus (cakupan) informasi. Dari tiga hal tersebut diharapkan tujuan dari pelaporan keuangan akan tercapai.

Kriteria kualitas informasi
      Dalam membuat rerangka konseptual, hal kedua yang perlu diperhatikan adalah kualitas informasi. Maksudnya apa? Karena rerangka konseptual itu sendiri adalah untuk pelaporan keuangan, maka dibutuhkan informasi yaitu untuk pengambilan keputusan. Informasi disini tentunya tidak hanya sekedar informasi semata, tetapi informasi yang baik dalam hal kualitasnya. Sehingga akan memberikan manfaat bagi pengambilan keputusan. Informasi akan dianggap bermanfaat apabila informasi tersebut menghasilkan keputusan yang tepat pada sasaran atau tujuan, informasi akan bermanfaat apabila dapat dipahami dan digunakan oleh pemakai, serta informasi akan bermanfaat apabila pemakai mempercayai informasi tersebut. Untuk membuat suatu informasi mempunyai kualitas, maka informasi tersebut harus memiliki nilai, keterpahamian, keterpautan (terdapat nilai prediktif dan nilai balikan), yang didukung oleh ketepatwaktuan, keterandalan, ketepatan penyimbolan, diikuti dengan keterujian, kenetralan, kemudian ditambah dengan unsur keterbandingan. Sehingga informasi tersebut memiliki kualitas yang baik dan memiliki manfaat bagi pengambilan keputusan serta dapat tercapainya tujuan dari pembuatan rerangka konseptual.

Elemen-elemen statemen keuangan
      Statemen keuangan merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat rerangka konseptual. Agar statemen keuangan dapat dipahami dengan baik, maka harus ada elemen-elemen yang mendukung kejelasan dari statemen keuangan tersebut. Seperti apa? Diibaratkan seperti obat dari dokter. Ketika kita sakit dan pergi berobat, maka dokter akan memberikan resep obat serta aturan pemakaian obat tersebut. Aturan pemakaian obat tersebut haruslah jelas, kapan waktu minum? Seberapa takaran dosisnya? Sehingga tujuan kita berobat ke dokter yaitu untuk kesembuhan dapat tercapai. Seperti halnya contoh diatas, statemen keuangan merupakan bahan pembentuk informasi yang harus memiliki kejalasan sehingga memiliki arah tujuan yang jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman yang dapat berdampak pada pembuatan keputusan nantinya. Elemen-elemen stateman keuangan harus ditentukan berdasarkan informasi semantic yang ingin disampaikan dalam pelaporan keuangan. Elemen-elemen statemen keuangan yang diidentifikasi oleh FASB adalah aset, kewajiban, ekuitas, investasi oleh pemilik, distribusi ke pemilik, laba komprehensif, pendapatan, biaya, untung, rugi.

Pengukuran dan pengakuan
         Langkah selanjutnya setelah menentukan elemen-elemen statemen keuangan adalah pengukuran dan pengakuan. Pengukuran yang dimaksud disini adalah apakah elemen-elemen yang sudah dibuat tersebut sesuai atau sudah tepatkah untuk dijadikan sebagai landasan konseptual sebelum statemen keuangan dilaporkan. Selain itu, juga harus dilakukan pengakuan yaitu bahwa elemen-elemen statemen keuangan yang sudah dibuat sudah tepat dan sesuai untuk dilaporkan dan dijadikan landasan bagi pengambilan keputusan.

      Sebagai suatu model, rerangka konseptual versi FASB di atas mempunyai manfaat sebagai sumber atau bahan acuan dalam pengambilan keputusan yang juga dapat berdampak pada penentuan langkah selanjutnya diantaranya apakah perlu adanya pengembangan?, dsb.

Terima kasih sudah membacašŸ˜

Sumber : Suwardjono. 2014. Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB 7 - KEWAJIBAN

Konsep Dasar