Konsep Dasar
Assalamu’alaikum…
Hai temen2 semua..apa kabar
para pembaca yang haus akan ilmu? Ceileeh, emang ilmu bisa diminum? Hahaa becanda
temen2, ilmu itu dicari, dipelajari, bukan diminum yaa.. peace!!!
Oke, jangan bosan sama tulisanku yaa (padahal postnya
baru sedikit😂). Disini Anna cuma pengen sharing aja sama temen2 tentang teori
akuntansi. Yang bosan, yang punya kritikan/masukan ataupun punya unek2 silakan
boleh komen di bawah nanti yaa… kali ini Anna pengen nulis tentang teori
akuntansi dengan lingkup pembahasan “Konsep Dasar”.
Konsep, temen2 pasti sudah tau
lah ya konsep itu apa? Konsep itu semacam asumsi atau contoh gampangnya adalah
gambaran dari suatu hal yang akan dilaksanakan. Dalam ilmu akuntansi, konsep
dasar adalah konseptualisasi lingkungan
yang akan diterapkannya pelaporan keuangan. Jadi begini temen2, penalaran dalam
proses perekayasaan pelaporan keuangan dibutuhkan penyimpulan, nah…penyimpulan
itu dari mana? Dari konsep yang sudah dibuat. Maka dalam menyimpulkannya
dibutuhkan suatu konsep yang mendasarinya. Sumber dari konsep dasar itu sendiri
gak cuma satu aja temen2, ada berbagai sumber dan konsep yang berbeda-beda. Mengapa
demikian? tau sendiri lah yaa, yang namanya orang kan punya pendapat
sendiri-sendiri, sama halnya dengan konsep dasar dalam menyusun laporan
keuangan. Setiap kelompok memiliki persepsi sendiri-sendiri, faktor lainnya
adalah dari lingkungannya juga, mereka
menyusun konsep dasar sesuai dengan lingkungan dan persepsi mereka
masing-masing.
Kesatuan usaha,
merupakan salah satu konsep dasar yang menyatakan bahwa perusahaan dianggap
sebagai suatu kesatuan atau badan usaha ekonomik yang berdiri sendiri,
bertindak atas namanya sendiri, dan kedudukannya terpisah dengan pemilik maupun
investor perusahaan dan kesatuan ekonomik tersebut menjadi sudut pandang
akuntansi.
Kos melekat,
konsep ini menyatakan bahwa kos melekat pada objek yang direpresentasinya
sehingga kos bersifat mudah bergerak dan dapat dipecah-pecah atau
digabung-gabungkan kembali mengikuti objek yang dilekatinya. Jadi, kos disini bersifat
melekat tapi fleksibel. Seperti mengikuti arus begitu temen2. Tujuan pengelompokan,
pemecahan dan penggabungan kos adalah mengikuti aliran upaya dalam menyediakan
produk/jasa.
Dari contoh konsep dasar
diatas, konsep dasar hanyalah sebagai asumsi, jadi dalam pelaksanaannya yaitu
dalam perekayasaan laporan keuangan tidak harus sesuai dengan konsep yang sudah
dibuat. Tetapi bergantung juga dengan keputusan dari manajer apakah harus
sesuai dengan konsep dasar yang sudah ditetapkan ataupun tidak. Intinya, dalam
pelaporan keuangan itu dibutuhkan perekayasaan laporan keuangan. Dalam melakukan perekayasan sendiri dibutuhkan
penalaran. Nah, kalau menalar pastinya harus ada pernyataan yang menjadi dasar
dari penalaran tersebut. Maka dibutuhkan suatu rerangka konseptual yang akan
menjadi peta dalam proses pelaporan keuangan. Rerangka konseptual tersebut
berisi konsep dasar yang akan menjadi asumsi atau bisa jadi sebagai bahan acuan
kemana arah tujuan pelaporan keuangan dalam suatu perusahaan.
Mungkin itu saja ya temen2
yang bisa Anna tulis. Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat buat temen2 yang
udah baca tulisan Anna. Karena ada pepatah mengatakan “sedikit-sedikit
lama-lama menjadi bukit”. Jadi mending yang mana dong, sekali belajar langsung
banyak tapi gak paham atau belajar sedikit demi sedikit tapi konsisten dan
paham? Karena setiap orang memiliki kemampuan dan caranya sendiri-sendiri😊
Sumber: Suwardjono. 2014. Teori
Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.
Mb saya belum paham 😢😐
BalasHapusyang belum paham yang mana ya?
Hapus